Saturday, October 8, 2016

KISAH MBAH PUJO MENJUAL KUE DEMI BIAYA BEROBAT SUAMI TERCINTA

Hidup didunia tidaklah selalu mulus, hidup setiap orang juga berbeda-beda nasibnya dan berbeda pula masalah keuangan yang dimilikinya. Kisah kali ini datang dari seorang wanita tua bernama Mbah Pujo. Mbah Pujo begitu ia sering dipanggil. Perempuan yang sudah berumur 78 tahun ini setiap harinya berjualan pisang goreng, pisang godok, nogosari dan arem-arem. Setiap hari ia berjualan di sekitaran kampus UIN Sunan Kalijaga. Ia berjualan BANDARQ lantaran suaminya yang bernama Pujo (70) mengalami sakit gula dan katarak. 


Dari jam 09.00 sampai jam 12.00 WIB, Mbah Pujo sudah mulai berkeliling untuk menjual gorengannya. Gorengan yang ia jual dihargai Rp 2.500 per biji. Ia berkata suaminya sudah sakit sejak satu tahun yang lalu, namun karena keadaan ekonomi baru sebulan ini dirawat di rumah sakit. "Sampun setunggal taun sakit gula kaleh katarak, sakniki sampun dibeto wangsul, tapi dereng dioperasi mergone gulane dereng medun (Sudah setahun ini suami sakit gula dan katarak, sekarang sudah dibawa pulang (dari rumah sakit) tapi belum dioperasi karena kadar gulanya belum turun)," ujarnya menggunakan bahasa Jawa halus.

Demi kesembuhan sang suami, Mbah Pujo tak kenal lelah bangun pagi jam 02.00 WIB untuk menyiapkan dagangannya. Dengan tenaga yang masih ia miliki Mbah Pujo selalu menawarkan dagangannya ke setiap orang yang baru saja ataupun mau berbelanja dari CK maupun Indomaret. "Nek dereng telas nunggu teng mriki, pun kesel pun tuek (kalau belum habis daganhnya menunggu di sini, capek sudah tua soalnya," tambahnya

Share this

0 Comment to "KISAH MBAH PUJO MENJUAL KUE DEMI BIAYA BEROBAT SUAMI TERCINTA"

Post a Comment