Tuesday, August 23, 2016

Pindah warga negara demi karier

ak sedikit Warga Negara Indonesia (WNI) melepas kewarganegaraannya dan memilih pindah ke negara lain. Banyak faktor yang mendasari mereka hijrah dan meninggalkan Indonesia. Ada yang bertujuan untuk mengejar karier, mengikuti suami ataupun sebab-sebab lainnya.

Sebut saja Anggun Cipta Sasmi, perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 1974 yang berprofesi sebagai penyanyi yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Prancis. Anggun merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman berdarah Jawa, dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta.

Ia mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol pada usia tujuh tahun. Demi mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional, pada tahun 1994 Anggun meninggalkan Indonesia dan pindah kewarganegaraan Prancis.



Selanjutnya, Mia Audina Tjiptawan, perempuan kelahiran Jakarta 22 Agustus 1979 ini merupakan mantan pemain bulu tangkis Indonesia. Ia merupakan peraih medali perak Olimpiade Atlanta 1996 dan Athena 2004.

Ia memperkuat Tim Piala Uber Indonesia saat masih berumur 14 tahun dan menjadi anggota Tim Piala Uber termuda sepanjang sejarah bulu tangkis. Mia mendapat julukan 'Si Anak Ajaib' dan 'Anak SMA Penentu Piala Uber' karena menjadi pemain penentu kemenangan Indonesia saat menjuarai Piala Uber 1994 dan 1996.

Lantaran menikah dengan Tylio Arlo Lobman, seorang penyanyi gospel asal Suriname berkebangsaan Belanda, pada tahun 1999 Mia hijrah meninggalkan Indonesia. Mia menetap menjadi warga negara Belanda dan mulai mewakili Belanda dalam berbagai pertandingan.

Tak hanya itu, Daniel Sahuleka, seorang penyanyi yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia pada 6 Desember 1950. Penyanyi berdarah Ambon itu meninggalkan Indonesia dan menjadi warga negara Belanda.

Kemudian The Tielman Brothers, sebuah grup musik tertua asal Indonesia. Mereka adalah anak dari Herman Tielman asal Kupang dan musik mereka beraliran rock and roll. Orang Belanda biasa menyebut musik mereka Indorock, sebuah perpaduan antara musik Indonesia dan Barat.

The Tielman Brothers merupakan band Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk internasional pada 1950-an. Mereka adalah salah satu perintis rock and roll di Belanda. Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones.

Selain artis dan penyanyi, tak sedikit pula putra-putri terbaik Indonesia dikirim untuk tugas belajar ke luar negeri dan dididik untuk menjadi ahli pesawat terbang.

Saat program pengembangan pesawat nasional terhenti pasca krisis ekonomi 1998, banyak insinyur pesawat Indonesia hijrah ke produsen pesawat dunia, termasuk para insinyur pesawat baru. Mereka memilih bekerja di Airbus, Boeing, Bombardier, hingga Embraer dan memutuskan meninggalkan status kewarganegaraan Indonesia karena memperoleh tempat dan fasilitas dari negara tempat mereka bekerja. Seperti Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Dan masih ada lagi deretan putra-putri yang lahir di Indonesia tetapi pada akhirnya memilih pindah kewarganegaraan. Mereka meninggalkan Indonesia dan menetap di negara lain.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pun mengakui bila saban bulan dirinya menandatangani dokumen pindah negara. Baik itu SK penghilangan status warga negara Indonesia yang ingin hijrah ke negara lain ataupun warga negara asing yang ingin menjadi warga negara Indonesia.

"Kehilangan kewarganegaraan itu harus diformalkan melalui keputusan menteri. Saya setiap bulan itu menandatangani SK penghilangan warga kenegaraan asing eh warga negara Indonesia atau menerima kewarganegaraan asing menjadi Indonesia," kata Yasonna Laoly di Lapas Klas II Narkotika, Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan kali ini, merdeka.com mengupas soal mereka yang pindah kewarganegaraan Indonesia demi karier. Selamat membaca

Share this

0 Comment to "Pindah warga negara demi karier"

Post a Comment