Wednesday, August 10, 2016

Kasus pemakaman fiktif di DKI belum dilaporkan ke polisi

Polda Metro Jaya belum menerima laporan kasus PNS DKI Jakarta yang bermain dalam jual beli makam fiktif sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU). Makam fiktif ini dipasangi batu nisan, padahal di dalam tanah belum tentu ada jenazah.

"Masih internal Pemda, selama belum ada laporan kita belum tindaklanjuti," kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setyono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/8).



Awi menegaskan jika ada masyarakat yang menjadi korban praktik pembelian makam fiktif tersebut, pihaknya mengimbau agar segera melapor ke pihak kepolisian.

"Kalau memang ada korbannya, silakan dilaporkan," tegas dia.

Sebelumnya, ada laporan PNS membuat makam fiktif di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang di mana pada makam itu ternyata tidak ada jasad yang terkubur.

Jika ada warga yang ingin memakamkan, oknum PNS itu akan memberitahu bahwa tidak ada lahan kosong. Kecuali bagi mereka yang bersedia membayar lebih, maka akan langsung diarahkan ke lahan kosong itu.

Hal ini sempat membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok geram.

Ahok mengaku sudah menanyakan hal itu ke Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Ratna Diah Kurniati.

Ahok menegaskan akan mengevaluasi masalah ini. Jika tidak kunjung diperbaiki, bisa saja nasib Ratna akan sama seperti pendahulunya, Nandar Sunandar, dicopot.

Share this

0 Comment to "Kasus pemakaman fiktif di DKI belum dilaporkan ke polisi"

Post a Comment