Sunday, May 15, 2016

Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Rasa Lapar di Sore Hari

Kurang tidur diasosiasikan dengan rasa lelah, moody serta kurang konsentrasi. Nah, satu lagi akibat kurang tidur ditemukan peneliti, yaitu lapar. Benarkah?

Erin C. Hanlon, Ph.D dari Sleep, Metabolism and Health Center, University of Chicago, melakukan penelitian kepada sejumlah partisipan untuk melihat asosiasi antara kurang tidur dan rasa lapar di sore hari, keesokan harinya.



"Kurang tidur sudah lama diasosiasikan dengan pertambahan berat badan. Penelitian kami melihat apa yang menyebabkan terjadinya asosiasi tersebut," tutur Dr Erin.

Endocannabinoids adalah hormon yang bertanggungjawab terhadap rasa lapar di sore hari. Kurang tidur dapat meningkatkan jumlah hormon ini berkali-kali lipat dan membuat seseorang lebih ingin makan makanan tinggi lemak, banyak gula dan garam.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal SLEEP tersebut mengatakan tidur kurang dari 5 jam dapat meningkatkan jumlah Endocannabinoid sebesar 33 persen. Artinya, nafsu makan seseorang naik hingga 46 persen, mengakibatkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dan meningkatkan risiko kegemukan.

Di sisi lain, jumlah endocannabinoid akan normal jika seseorang tidur cukup di malam hari. Anjuran tidur untuk orang dewasa adalah 8 jam setiap harinya.

Hasil lainnya menyebut berkurangnya jam tidur 80 menit saja per hari saja dapat memengaruhi pemilihan makanan untuk esok hari. Partisipan yang jam tidurnya dikurangi 80 menit memiliki 549 kalori lebih banyak daripada asupan normal.

Share this

0 Comment to "Kurang Tidur Bisa Tingkatkan Rasa Lapar di Sore Hari"

Post a Comment