Sunday, April 10, 2016

Penderita HIV/AIDS di Jambi Capai 1.349 Orang

 Penderita HIV/AIDS di Jambi Capai 1.349 Orang


Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Jambi selama 1999-2015 itu mencapai sebanyak 1.349 orang, dan 213 jiwa di antaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut, kata Manager Program Komisi Penanggulangan AIDS setempat, Ferdi.

"Sejak kasus tersebut terdeteksi pertama kali di Jambi tahun 1999 hingga 2015, jumlah orang yang terinfeksi HIV 788 dan AIDS mencapai 561 orang, dan diantaranya sebanyak 213 penderita meninggal dunia," katanya di Jambi, Jumat (8/4/2016).



Dalam upaya menekan HIV/AIDS tersebut, KPA Provinsi Jambi melakukan berbagai pertemuan dengan pihak terkait guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Dipihak lain, Ferdi menyebutkan dalam satu malam setidaknya 1.300 orang di daerah itu berhubungan seks berisiko yang berdampak terhadap penularan virus HIV/AIDS.

"Estimasi analisis dari penelitian kami tahun 2009 dalam satu malam setidaknya 1.300 orang di Jambi berhubungan seks berisiko, itu tahun 2009 ya. Mungkin tahun 2015 sudah meningkat," katanya menyebutkan.

Dari sebanyak 1.300 orang yang berhubungan seks berisiko itu, 80 persennya kata dia terjadi di Kota Jambi karena di kota itu penduduk pendatang (urbanisasi) dari luar daerah meningkat sehingga fenomena tersebut tidak bisa dihindari.

Dijelaskannya, sejak ditutupnya dua lokalisasi di Jambi yakni Payo Sigadung dan Langit biru, serta terbitnya peraturan daerah No 42 tahun 2014 tentang tindakan prostitusi tersebut, malah justru mengubah pola membuat praktik seks tertutup.

"Dan yang praktek tertutup ini yang berbahaya karena penjangkauan intervensi kampanye penggunaan pencegahan virus HIV/AIDS menjadi sulit," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (BPPPM) Provinsi Jambi, Eni Hariyati mengatakan, aspek sosial masyarakat sangat mempengaruhi penyebaran virus tersebut.

Untuk itu, lanjut dia, penanggulangan kasus HIV/AIDS tersebut merupakan tanggung jawab bersama,.

"Jaringan yang telah kita buat juga mengkampanyekan pencegahan HIV/AIDS ini, kedepan kita berharap Jambi dapat menurunkan kasus Odha," kata Eni. (Antara)

    # odha
    # hiv/aids di jambi
    # hiv/aids

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)
Waspada! Ini Penyakit Kelamin Lelaki (2)
Tak hanya bisa menular ke pasangan, kesuburan Anda pun bisa terganggu.
Ririn Indriani : Rabu, 17 Februari 2016 14:15 WIB

Suara.com - Baik perempuan maupun lelaki harus menjaga kebersihan dan kesehatan organ intimnya agar terhindar dari berbagai penyakit kelamin.

Tak hanya rutin membersihkan, Anda juga harus memperhatikan pakaian dalam yang dikenakan. Mulai dari jenis bahan, ukuran, dan lamanya penggunaan pakaian dalam.

Ini sangat penting untuk diperhatikan, karena salah memilih jenis bahan, ukuran dan durasi penggunaan pakaian dalam dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti iritasi, munculnya jamur dan bakteri yang tentu saja berpengaruh buruk bagi organ intim.

Meski masalah kebersihan dan kesehatan organ intim ini sangat penting untuk diperhatikan, sayangnya masih banyak yang menganggap sepele, terutama kaum lelaki yang cenderung tak terlalu peduli dengan hal tersebut.

Padahal bila sudah terkena penyakit kelamin, tak hanya Anda yang menderita, pasangan seks Anda juga bisa tertular penyakit tersebut.

Lantas, penyakit kelamin apa saja yang bisa diderita lelaki? Berikut lanjutan uraiannya dari artikel sebelumnya setelah ditinjau oleh dr Ari Wibowo, Konsultan Meet Doctor.

4. Herpes
Penyakit yang ditularkan lewat hubungan seks ini disebabkan virus yang menimbulkan bintil-bintil berisi cairan jernih atau nanah yang berkembang di atas kulit yang memerah. Jika bintil-bintil pecah, penderita herpes akan merasa nyeri dan mengalami demam, lemas, bahkan tidak nafsu makan.

5. Gonorrhea
Gonorrhea atau gonore disebabkan infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang dapat menimbulkan nyeri saat buang air kecil. Penyakit kelamin ini ditularkan melalui hubungan intim dan oral seks. Selain nyeri saat buang air kecil, gejala gonore adalah testis bengkak, keluar cairan dari penis (cairan awalnya berwarna bening atau putih susu, kemudian kuning), anus berdarah, terasa gatal, atau mengeluarkan cairan.

Bila penularan penyakit kelamin yang disebut dengan kencing nanah ini terjadi dari oral seks, maka kerongkongan terasa seperti terbakar dan adanya pembengkakan pada kelenjar kerongkongan bengkak. Gonorrhea yang tidak diobati akan menyebabkan kemandulan.

6. HIV/AIDS
Penyebab HIV/AIDS adalah virus yang melumpuhkan seluruh sistem kekebalan tubuh, hingga membuat Anda mudah terserang penyakit. Beberapa penyebab HIV/AIDS adalah transfusi darah, berhubungan intim tanpa pengaman, dan sering bergonta-ganti pasangan. Sampai saat ini, tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV dan tidak ada penyembuh untuk AIDS.

    # penyakit kelamin lelaki
    # kesehatan reproduksi lelaki
    # penyakit kelamin
    # hiv/aids
    # gonorrhea
    # herpes

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)
Waspada! Ini Penyakit Kelamin Lelaki (I)
Lelaki pun harus menjaga kebersihan dan kesehatan organ intimnya.
Ririn Indriani : Selasa, 16 Februari 2016 13:57 WIB

Suara.com - Penyakit kelamin lelaki dapat terjadi karena beberapa hal. Tanpa terkecuali, semua organ tubuh harus dijaga agar tetap sehat dan berfungsi optimal.

Demikian pula dengan alat kelamin seperti penis dan vagina. Misalnya, memilih pakaian dalam yang tepat agar bisa menyerap keringat sehingga organ intim tidak lembap atau membersihkan penis dan vagina setelah buang air kecil.

Sayangnya, hal tersebut sering dilupakan hingga menimbulkan bakteri pada alat kelamin, infeksi, hingga penyakit kelamin lelaki maupun perempuan. Bicara soal penyakit kelamin, masalah ini bukan monopoli kaum perempuan. Kaum Adam pun harus memperhatikan kesehatan alat kelaminnya agar tidak terkena penyakit kelamin.

Lantas, penyakit kelamin apa saja yang bisa diderita lelaki? Berikut uraiannya setelah ditinjau oleh dr Ari Wibowo, Konsultan Meet Doctor.

1. Penis Bengkok
Pada kondisi normal, penis akan lurus saat ereksi. Tapi, lelaki yang mengalami penis bengkok atau peyronie’s disease malah akan melengkung ke kanan, kiri, atau bawah. Bahkan penis dapat menjadi lebih pendek. Alhasil, penderita penis bengkok sulit mengalami ereksi.

Peyronie’s disease disebabkan plak atau benjolan keras sehingga menyebabkan peradangan yang dapat berkembang menjadi jaringan fibrosa. Hal ini bisa terjadi karena penis mengalami cedera, misalnya, saat berhubungan intim, berolahraga, atau kecelakaan.

2. Kulit Kering
Selain tak nyaman, kulit kering pada penis yang pecah-pecah akan menimbulkan nyeri. Penyebab penyakit kelamin lelaki ini adalah penis yang tidak bersih, celana dalam tidak bersih, serta pemilihan sabun mandi dan detergen yang tidak tepat.

Cara mengobati kulit kering pada penis adalah menggunakan sabun mandi yang mengandung pelembap, cuci celana dalam dengan bersih, dan pakai detergen yang tidak terlalu keras. Jika tidak ada perubahan pada penyakit kelamin pria ini, segera periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

3. Kutil Kelamin
Kutil kelamin atau kondiloma akuminata biasanya tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Khusus lelaki, kutil muncul di ujung dan batang penis. Jika tidak disunat, maka penyakit kelamin jenis ini akan muncul di bagian bawah kulit depan.

Kutil kelamin termasuk infeksi menular seksual (IMS) dan disebabkan Human papillomavirus. Kutil yang tidak diobati akan berkembang lebih besar, mirip daging, dan terlihat seperti kembang kol. Dalam kondisi yang lebih buruk, kutil kelamin bisa berkembang menjadi kanker penis.

Selain tiga penyakit kelamin tersebut, masih ada lagi penyakit kelamin lainnya yang bisa diderita lelaki. Apa saja? Simak di artikel selanjutnya ya.

Share this

0 Comment to " Penderita HIV/AIDS di Jambi Capai 1.349 Orang"

Post a Comment